Ngapain sih kita ngomongin mantan?
Kenapa sih harus ngomongin mantan?
Gimana perasaan kamu ketika ngomongin mantan?
Hayo, siapa yang masih sering kepoin mantan? hehe atau siapa yang masih gak terbuka tentang mantan kepada pasangannya? Ya, setiap orang punya cara sendiri dalam menyikapinya ya, tapi biasanya topik satu ini adalah topik yang rawan bagi para pasangan, makanya tak sedikit yang mengubur dalam-dalam persoalan mantan dan gak mau membukanya kembali. Alasannya apa? banyak. Mulai dari gak ingin mengungkit masa lalu, gak pengen inget-inget lagi rasa sakitnya sampai jadi mantan, gak mau terbayang kenangan indah yang pernah dilewati bersama atau karena setiap menyinggung topik tersebut menjadi sumber pertengkaran dengan pasanganmu.
Jadi sebenarnya harus gak sih kita terbuka tentang mantan kepada pasangan kita?
Menurut saya sendiri ya harusnya terbuka. Kenapa?
- Dari sisi kita, dengan terbuka tentang masa lalu, artinya kita sudah bisa berdamai dengannya dan lagi dengan menceritakannya kepada pasangan, kamu bisa tau bagaimana sang pasangan menanggapinya. Apakah dia marah dan tak terima? Atau dia marah tapi masih bisa menerimamu? Atau dia bisa dengan lapang dada menerima masa lalu kamu, karena dia tau masa lalu kamulah yang membentuk diri kamu sekarang? Bagaimanapun reaksinya, akan lebih baik kalau kita tau diawal, daripada ketahuan setelah sekian lama menjalin hubungan karena kita menyembunyikannya.
- Dari sisi pasanganmu, dia akan lebih menghargai kejujuranmu dibanding ketika kamu mencoba menyembunyikannya. Dia akan merasa dihargai karena kalian bisa terbuka padanya, yang artinya mereka merasa dipercaya olehmu. Mungkin memang tak semua pasangan juga bisa langsung menerima begitu saja kisah masa lalu kamu, tapi kalau kita berusaha mengkomunikasikannya dengan baik, semua pasti akan ada jalannya. Jika kamu sudah berusaha membicarakannya tapi pasanganmu malah mundur, pikirkan lagi hubungan kalian.
Kenapa penting membicarakan masa lalu (terutama tentang mantan) dengan pasangan? Karena dengan membicarakannya, pasangan kalian jadi tau bagaimana perasaan kamu pada sang mantan. Tau cerita sang mantan langsung dari pasanganmu itu akan lebih baik daripada berasumsi. Asumsi yang seperti apa? Misalnya begini case-nya:
- Pasanganmu dengan sang mantan dulu mereka sudah sedekat itu (yang sudah kenal keluarganya, sharing password sosmed dan lainnya), ketika mereka putus bagaimana reaksinya? Apakah mereka langsung mengganti semua password sosmed? Memblokir contact sang mantan dan semua keluarga? Jika iya, apakah berarti pasanganmu sudah move on? NO. Kalau menurut saya, hal seperti itu malah menunjukkan pasanganmu belum bisa move on. Kenapa? Karena mereka tak mampu melihat atau mendengar lagi kabar dari sang mantan. Mereka masih takut ketika mereka melihat atau mendengar kabarnya, mereka akan kembali merasakan jalinan kasih yang pernah mereka lalui bersama. Padahal hal itu pasti akan dirasakan jika kalian baru aja putus, hanya waktu dan diri kalian sendiri yang bisa merasakan kapan dan bagaimana menerima perasaan itu. Tapi semua itu hanya opini saya, karena setiap orang punya prinsip sendiri bagaimana menyikapi sang mantan.
- Sebaliknya, jika pasanganmu tidak memblokir dan tidak mengganti semua password sosmed, apakah berarti pasanganmu belum move on? Tidak juga. Bisa jadi dia memang masih sakit atas berakhirnya hubungan mereka, tapi sudah bisa menerimanya. Dia tau kalau hubungan mereka memang sudah tak bisa dilanjutkan dan jika dipaksakan, salah satu atau dua-duanya akan tersakiti. Hal seperti itu tidak akan kita tau tanpa membicarakannya langsung dengan yang bersangkutan (dalam hal ini pasanganmu). Pastikan bahwa kalian memulai hubungan, kalian ketika sudah sama-sama siap. Bukan hanya sebuah pelarian karena salah satu dari kalian baru putus cinta.
Karena mantan bukan untuk ditakuti, dihindari atau dikenang
Tak pula untuk disalahkan atau dibenarkan
Jadikan semua itu pelajaran hidup dimasa mendatang
Karena kenangan bukan untuk dihapuskan
Jadi bagaimana, sudah seterbuka apa kalian dengan pasangan? Jangan lupa untuk lebih menghargai kejujuran dibanding menyembunyikan karena takut mereka tersakiti. Ada banyak cara untuk membicarakan daripada terus bersasumsi.
Cheers,
Bulek




Comments
Post a Comment