Memutuskan untuk jadi anak rantau itu gak mudah dan gak pernah semudah itu. Apa yang dipandang orang, belum tentu sesuai dengan apa yang dijalani di tanah rantau. Apalagi mereka yang merantau sendirian, kata perjuangan bukan hanya sebuah kiasan. Mereka yang tak berjuang, tak akan mampu bertahan. Sebagian mereka berjuang untuk menyambung hidup dan keluarganya, namun tak sedikit pula yang berjuang demi gaya hidup. Banyak godaan yang kadang tak terbayangkan, tapi tak sedikit pula yang mendapat kekuatan.
Bagi saya, perjuangan sebagai anak rantau tak hanya sekedar mampu bertahan di tanah rantau, tapi untuk berangkat dan pulang kembali ke kampung halaman juga butuh perjuangan. Mungkin dijamanku sekarang sudah lebih mudah, tapi tetap tak semudah yang terlihat. Setiap perjalanan selalu punya cerita perjuangan dan drama sendiri. Apalagi jika kita pulang dan berangkat saat musim Lebaran atau musim Liburan.
Ingin tau seperti apa perjuangan pulang kampung saat dua musim itu? Here I tell you:
- Perjalanan ke kampungku hanya bisa dijangkau oleh bis, dan agen bis yang terpercaya hanya ada satu. Bis yang lain selalu ada cerita drama yang membuat kita ragu untuk naik bis tersebut.
- Tiket bis tersebut hanya bisa dibeli di Agen, tidak dijual secara online. Jadi kita harus berebut tiket dengan ribuan penumpang lain dengan tujuan berbagai kota, harus siap antri berjam-jam dan kecewa karena begitu giliran kita sampai didepan loket, ternyata tiketnya habis (ini nyesek banget sih :( and I have been there.
- Harus siap datang jam 3 pagi (bahkan ada yang menginap di terminal) untuk antri tiket keberangkatan pagi.
- Harus siap nunggu berjam-jam tanpa kepastian saat bis yang dijadwalkan ternyata kena macet atau terkena musibah dan tidak bisa diprediksi kedatangannya.
- Harus siap dengan kemacetan luar biasa (saat musim Lebaran) yang bahkan bisa memakan waktu hingga lebih dari 24 jam perjalanan (padahal perjalanan normal hanya 10 jam).
- Dan yang terakhir (yang ini khusus musim Lebaran juga) harus siap dengan lonjakan harga tiket yang bisa 2x sampai 3x lipat dari harga normal.
Bagi mereka yang mudik melewati jalur darat (terutama naik bis), rasa-rasanya belum lengkap jika kalian belum merasakan itu semua :)
But, selalu ada hal yang bisa kita syukuri dalam setiap kejadian. Seperti halnya tentang mudik ke kampung halaman, saya selalu merasa jadi orang yang "bejo". Karena saya merasa selalu dimudahkan hampir di setiap perjalanan mudik saya. Seperti apa dimudahkannya? Berikut beberapa cerita kemudahannya a.k.a "bejo"nya:
- Mudik Lebaran beberapa tahun yang lalu, tiket bis hanya dijual jika sudah jelas ada bis yang sudah hampir sampai Jakarta. Sampai di Agen jam 10 pagi, sudah terlihat kerumunan orang yang mau beli tiket. Begitu saya sudah hampir sampai loket, orang-orang didepan saya mundur kecewa karena karena sudah kehabisan tiket. Dengan polosnya saya maju dan menanyakan apakah tiket ke kota saya masih ada. Petugas loketnya melihat saya dan berkata "tunggu aja dulu mba" dengan polosnya saya nurut aja disuruh nunggu. Namanya juga pengen mudik kan, yang lebih tau masih ada tiket atau gak kan mereka. Duduk diam di samping loket, hanya melihat muka-muka kecewa karena gak kebagian tiket. Satu jam berlalu, kemudian dua jam sudah lewat, belum ada kabar juga apakah saya dapat tiket atau gak. Sampai akhirnya ada panggilan bagi mereka yang sudah memiliki tiket untuk naik bis karena bisnya sudah datang. Saya masih diam, sampai itu bis hampir penuh, saya dipanggil petugas loket, "mba, ke kota ini harganya segini, langsung berangkat mau gak" dalam hati "ya maulah, ngapain saya nunggu sampai lebih dari 2 jam kalau gak mau beli tiket mudik". Ternyata mereka masih keep beberapa tiket, yang menurut pengamatan saya, diberikan kepada mereka penumpang perempuan yang sendirian. Dan yang lebih spesial lagi, kursi yang tersisa adalah kursi baris depan (my favourite) #LuckyMe #Bejo1 :)
- Mudik Lebaran juga (kalau gak salah, satu tahun kemudian), seperti biasa sampai Agen jam 10an, setelah nunggu beberapa jam, akhirnya dapat tiket bis tapi ekonomi (yang artinya tanpa AC). Mau nunggu yang Bisnis AC belum pasti ada lagi atau gak bisnya. Akhirnya yaudahlah, daripada nunggu gak jelas. Saat itu bis ekonominya belum datang, sedangkan satu bis Bisnis AC sudah mau berangkat. Dalam hati "kenapa saya gak dapat tiket bis yang ini aja sih, kan bisa berangkat sekarang" eh gak lama kemudian, supir bisnya bilang ada 2 tiket yang batal. Saya langsung maju dong, "Pak bisa tuker gak?" Tiket saya dilihat Pak Supirnya, "langsung ke loket aja mba" saya langsung ke loket dan bilang mau tuker, dan ternyata bisa dan langsung berangkat saat itu juga. Yeay... #LuckyMe #Bejo2
- Mudik biasa dan lagi lagi dapat bis ekonomi, harganya memang lebih murah tapi agak males kan perjalanan panjang naik bis tanpa AC. Baru jalan seberapa jauh (baru sampai sekitaran Bekasi kalau gak salah) bis yang saya tumpangi tertabrak Truk Tronton untungnya gak seberapa kenceng karena kondisi macet. Tapi sayangnya, supir truknya malah gak mau berdamai dan minta diproses ke Polisi. Alhasil bis tidak bisa melanjutkan perjalanan, dan harus ganti bis. Dan tau apa "bejo"nya buat para penumpang? Dapat gantinya bis AC dan kita tidak perlu nambah biaya 😀 #LuckyMe #Bejo3
- Mudik yang paling berasa memang saat musim Lebaran dan berasa "bejo" lagi di mudik Lebaran 2018 kemarin. Seperti biasa, tiket hanya bisa dibeli langsung di Agen. Sudah decide untuk ikut ngantri keberangkatan pagi aja ehh paginya malah kesiangan, jam 05.30 baru berangkat dari rumah dan begitu sampai Agennya, antrian sudah sampai pinggir jalan :(. Akhirnya tetap ikut ngantri, dengan harapan kalaupun gak kebagian yang pagi, saya bisa ikut ngantri siang, untuk keberangkatan sore. Antrian tetap berjalan, dan yang didepan masih dapat tiket. Sampai akhirnya jam 08.30 baru bisa sampai depan loket. Begitu giliran saya dilayanin, pas banget tiketnya habis :'( jadi Bapak yang didepan saya itu sudah dapat tiket yang terakhir. Rasanya pengen nangis saat itu dan disitu juga. Bingung mau gimana, barang sudah dibawa semua, dan di Agen sendirian. Masih enggan beranjak dari antrian, berharap ada tambahan bis lagi, sejelek-jeleknya, saat antrian untuk tiket bis sore nanti dijual (jam 09.30) saya bisa jadi yang pertama yang dapat tiket. Setelah beberapa waktu berlalu, gak ada tiket bis tambahan lagi (karena denger-denger dari petugas loket, pagi itu tiket bis ke kota saya yang sudah terjual ada 10 bis, dan saya masih gak kebagian), ehh ternyata saya masih disamperin "bejo". Tiba-tiba ada petugas tiketing yang teriak nawarin tiket bis (hanya 2 tiket) karena ada penumpang yang belum siap berangkat padahal bis sudah jadwalnya berangkat (jadi ceritanya, itu mba-nya beli 2 tiket sama temannya, ehh malah temannya belum datang juga padahal bis sudah jamnya berangkat), jadilah saya langsung maju dan langsung beli itu tiket. Alhamdulillah, rasanya pengen teriak sambil jingkrak-jingkrak seperti anak kecil 😀 (tapi gak juga, karena harus langsung naik bis dan berangkat saat itu juga). Bersyukur banget karena akhirnya saya bisa berangkat mudik, bahkan jadinya saya yang berangkat duluan dibanding Bapak yang dapat tiket terakhir didepan saya tadi :) #LuckyMe #Bejo4
- "Bejo" yang masih paling anget baru beberapa hari yang lalu. Bukan mudik Lebaran, tapi mudik Liburan tahun baru. Ini adalah pertama kalinya saya mudik di musim Liburan tahun baru. Sebelumnya saya selalu menghindari ambil cuti di musim Liburan, karena pasti rame padahal belum tentu ada tambahan bis dan harga tiket biasanya juga naik, walaupun naiknya gak se-ekstrim musim Lebaran. Dan benar saja, saya ke Agen jam 11 siang untuk keberangkatan sore, dan sudah gak kebagian tiket. Sempat cari ke Agen lain, sama saja. Padahal saya sudah bawa barang semuanya. Kesel, sedih, marah (tapi mau marah ke siapa juga, salah sendiri gak datang lebih pagi), sempat nunggu beberapa lama berharap ada "bejo" yang nyamperin saya, ternyata sampai bisnya sudah mulai pada berangkat gak ada juga. Akhirnya dengan sangat berat hati, saya pulang lagi. Tak ada semangat lagi selama sisa hari itu, bahkan sampai lupa makan, padahal dari pagi belum makan. Ini pertama kalinya saya mau mudik, sudah bawa barang dan harus pulang lagi karena gak dapat tiket. Akhirnya esok paginya saya berangkat jam 03.45 dini hari, sampai Agen jam 04.00 dan antrian sudah 5 meter panjangnya (dalam hati, ini orang pada dateng jam berapa ya, apa pada nginep disini) padahal loket baru buka jam 04.30. Akhirnya saya kebagian tiket jam 05.00 dan bisa langsung naik bis karena bis berangkat jam 06.00. Dan tau "bejo"nya dimana? Harga tiket per hari itu sudah kembali normal, padahal kemarin harga tiketnya masih naik 😀 dan dapat bisnya yang eksekutif 2-2 dan saya dapat seatnya masih di baris pertama (my favourite). Rasanya pagi itu "bejo"nya lengkap ya :) #LuckyMe #Bejo5
Jadi yang mau saya sampaikan adalah, terus bersyukur. Karena apa? karena kita tak pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk kita. Ini mungkin sudah sering kita dengar dan terdengar biasa, tapi memang inilah yang harus selalu kita syukuri, "manusia bisa berencana, tapi Allah yang menentukan" dan rencana Allah selalu yang terbaik untuk kita, hanya kita (manusia) kadang tidak menyadarinya di awal. Jangan lupa bersyukur, bersyukur terus.
Cheers,
Bulek Arni


Comments
Post a Comment